SERANGKAIAN Hari La­hir Pancasila, HUT ke-30 Ya­yasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKPB) dan Lus­trum ke-6 Unwar, digelar sem­inar nasional dengan tema "Quo Vadis: Undang-undang Desa dan Penguatan Ideologi Pancasila dalam Percaturan Global", Sabtu (21/6), di kam­pus Unwar. Seminar mengha­dirkan pembicara Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ketum PP KAGAMA), Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, Dr. Arie Sujito, M.Si. (Fisipol UGM), dan Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumur-ti, M.Si. (Fisipol Unwar).

Ketua Panitia Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa,M.T. menjelaskan seminar diikuti 350 dari berb­agai kalangan itu untuk mem­berikan sentuhan keilmuan ser­ta mengingatkan jati diri manu­sia yang dikodratkan untuk hidup bersama dalam menum­buhkan kesadaran berkonstitu­si menuju ketertiban dan ked­amaian hidup berbangsa dan bernegara. Di samping itu ikut aktif menumbuhkembangkan sikap berdemokrasi dalam keb-hinekaari berdasarkan Pancasi­la serta menggali kekuatan desa untuk mewujudkan ketahanan nasional.

 Rektor Unwar Prof. Dr. I MadeSukarsa, S.E., M.S. men­yambut baik seminar ini kare­na sangat bermanfaat bagi Un­war untuk mendapatkan pemikiran kritis terhadap ber­bagai tantangan nasional dan global yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Bagi masyarakat dapat memahami makna berkonstitusi dan ber­demokrasi yang baik dan benar.

Pada seminar yang dimoder-atori Drs. I Nyoman Wiratma-ja, M.Si. itu, Sri Sultan Ha­mengku Buwono X mengata­kan perkembangan aktual yang terjadi saat ini mengi-syarakatkan adanya pergese­ran sentral geopolitik dari ka­wasan Timur Tengah menuju Asia Tenggara, khususnya Laut Cina Selatan. Dalam per­caturan global, sangat diperlu­kan penguatan ideologi sebagai landasan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan menghada­pi ancaman dari dalam maupun dari luar.

Pangdam Di/Udayana May­jen TNI Wisnu Bawa Tenaya dengan materi "Fungsi Pertah­anan Keamanan bagi Pengua­tan Ideologi Pancasila dalam Percaturan Politik Nasional" mengajak semua elemen bang­sa termasuk masyarakat agar tergugah dan meningkat kecin­taannya terhadap cita-cita lu­hur bangsa Indonesia. Dia pun mengajak Kodam ikut aktif dalam menjunjung tinggi keari­fan lokal seperti keikutsertaan Kodam dalam PKB dan me­masang penjor Merah Putih.

Dosen Fisipol Unwar yang juga Ketua YKPB Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dengan materi Tembangunan Politik dalam Bingkai Ideologi

Pancasila bagi Kehidupan Ber­masyarakat, Berbangsa dan Bernegara" memaparkan pem­bangunan politik bangsa meru­pakan pilihan terhadap konsep­si pembangunan politik yang relevan dengan trajectstory, suasana kebatinan bangsa, geo­politik, dan sosiokultural yang tercermin dalam pandangan hidup dan ideologi bangsa.

Sementara Dr. Arie Sujito, M.Si. menekankan penting­nya menjadikan desa sebagai ujung tombak ketahanan masyarakat. UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, dalam pasal 4 disebutkan bahwa tujuan pengaturan desa adalah mem­berikan pengakuan dan peng­hormatan, kejelasan status dan kepastian hukum, melestari­kan dan mendorong prakarsa desa yang sudah ada dengan keberagaman sebelum dan se­sudah terbetuknya NKRI. Per­aturan Pemerintah (PP) yang akan dibuat harus bisa menga­komodir keragaman karakter­istik desa agar spirit UU Desa mencapai sasaran tepat.


Sumber: Koran Harian Bali Post