WORKSHOP - Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Bali I Ketut Sadi (tengah) didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti dan Rektor Unwar Dewa Putu Widjana pada acara workshop.

BEKERJA sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (HAM RI) Kantor Wilayah (Kanwil) Bali, Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) mengge­lar Workshop Kekayaan Intelektual “Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual”, Senin (4/6) kemarin. Workshop yang berlangsung di Ge­lung PPs Unwar ini menghadirkan narasumber I Ketut Sadi yang meru­pakan Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Bali yang dimoderatori I Wayan Adhi Karmayana, S.H., M.H.

Acara dihadiri Ketua Yayasan kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Dutu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Wakil Rektor I, II, III, Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., para Wakil Dekan dan seluruh dosen di lingkungan Unwar.

Direktur PPs Unwar Prof. Gde Suranaya Pandit mengatakan, tujuan digelarnya workshop kekayaan intelektual ini adalah untuk nelestarikan hasil karya intelektual, baik berupa buku maupun produk-produk para dosen di lingkungan Unwar agar memiliki hak cipta dan hak paten, sehingga tidak mudah ditiru atau diplagiat oleh orang lain. Saat ini hak cipta dan lak paten hasil karya para dosen  Unwar hanya dimiliki beberapa losen secara perorangan. Secara kelembagaan belum didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM, sehingga belum memiliki hak cipta lan hak paten serta sangat mudah diduplikasi.

Dengan didaftarkan di Kement­erian Hukum dan HAM, diharapkan hasil karya intelektual para dosen civitas akademika Unwar bisa berdayaguna untuk pengembangan dan peningkatkan status akreditasi Unwar.

Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana menyatakan, Hak Kekay­aan Intelektual (HKI) di Unwar saat ini masih menjadi problem yang harus segera diselesaikan dalam meningkatkan kualitas dan akre­ditasi Unwar, baik di tingkat prodi maupun istitusi. Apalagi hasil karya para dosen di lingkungan Unwar sangat banyak dan harus segera didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh hak cipta dan hak paten. Ia berharap workshop ini bisa memberikan pencerahan bagi seluruh civitas akademika Unwar dalam mening­katkan kualitas dan status Unwar ke depan. Sebab, peningkatan status sangat penting dalam menaikkan aksesbilitas institusi:

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. A.A. Gede Oka Wisnumurti sangat mendu­kung dan mendorong para dosen mendaftarkan hasil karyanya se­cara kelembagaan. Hasil karya intelektual yang begitu besar dihasilkan oleh para dosen Unwar saat ini masih disembunyaikan dan dijadikan karya diri sendiri tanpa didaftarkan untuk memperoleh hak cipta dan hak paten. Padahal hasil karya tersebut mempunyai nilai besar dalam memajukan institusi ke depannya, terlebih untuk menun­jang fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di samping itu sebagai upaya rnemberikan penghargaan kepada kaum intelektual atas hasil karya yang telah dicapainya agar dihargai olehmasyarakat yang menggunakan karya tersebut.


Bali Post Selasa Umanis, 5 Juni 2018


Tamu Online

We have 108519 guests and no members online

 

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics