PEMBUKAAN musyawarah Wilayah BP PTSI Wilayah Bali, Senin (7/5) di Danpasar.

DENPASAR, POS BALI - Kebijakan pemerintah yang memberikan ruang berop­erasinya perguruan tinggi asing (luar negeri) di Indonesia dinilai ibarat pisau bermata dua bagi perguruan tinggi swasta (PTS). Pada satu sisi, mereka dapat menjadi ancaman, namun di sisi lain dapat menjadi motivasi peningkatan kualitas pendidikan.

Pandangan tersebut dinyatakan Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI), Prof. Dr. Thomas Suyatno, di sela-sela Musyawarah Wilayah BP PTSI Wilayah Bali di Auditorium Wldya Sabha Utama, Universitas Warmadewa, Senin (7/5). "Kedatangan mereka (perguruan tinggi asing, red) merupakan peluang dan ancaman. Dengan masuknya mereka yang terakreditasi tinggi itu akan mengangkat kualitas PT (pendidikan tinggi, red) kita, baik manajemen dan akreditasinya. Karena, saat ini baru tiga peiguruan tinggi di Indo­nesia yang masuk 500 besar dunia, yakni UI, ITB, dan UGM," katanya.

Di sisi lain, beroperasinya perguruan tinggi-perguruan tinggi asing tersebut juga akan menjadi ancaman bagi penjuruan tinggi di Indonesia, khususnya PTS. Sehingga, dengan adanya ancaman tersebut setiap PT harus bahu-membahu memperbaiki kualitas, Jika tidak maka akan digilas oleh kehadiran PT asing tersebut.

"Melalui muswil (musyawarah wilayah, red) Ini kita evaluasi dan petakan masalah yang akan kita hadapi, termasuk kedatangan PT asing yang barangkali tahun Ini sudah akui. Meski operasional mereka tidak boleh direct Investment-nya 100 persen, mereka harus kerjasama dengan kita dan tidak boleh membum semua prodi, kita harus tetap berbenah masalah manajemen dan rangking (akreditasi)," jelasnya.

Hal senada dinyatakan Ketua Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali, Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.SI, ia mengatakan dalam angka menghadapi revolusi Industri 4.0 dan masuknya PT asing di Indonesia, PTS di Bali harus melakukan persiapan. Tidak boleh ada kata mengeluh, namun terus mengoptimalkan sarana prasarana, S'DM, maupun sistem pembelajaran.

"Muswil Ini strategis dalam rangka evaluasi 4 tahun pengurus dan memetakan peluang dan tantangan era revolusi Industri 4.0 dan masuknya PT asing. Kita siapkan diri, bangun mental fighting, menyiapkan sarana-prasarana, SDM, dan sistem pembelajara. Saya optimis bisa bersaing, den­gan catatan tidak boleh tidur dan diam," tegasnya.

Ia berharap PTS yang ada di Bali dapat kolaborasi. Menurutnya antar PTS di Bali tidak lagi berukir soal persaingan, melainkan mementingkan kolaborasi, "Misalnya Universitas Warmadewa yang memiliki ahli politik lokal dapat dikolaborasikan ke Universitas Dwijendra, Mahasaraswati, dan yang lainnya. Begitu juga universitas yang lain yang memiliki keunggulan tertentu bisa ke Warmadewa. Kita tidak bisa meratapi dan mengeluh. Bangun mental fighting, kompak, dan Jangan berkelahi ke dalam," pungkasnya.


Tamu Online

We have 63109 guests and no members online

 

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics