UPANAYANA - Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Unwar melaksanakan Mahasisya Upanayana, Kamis (21/9) kemarin.

PASEMETONAN Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan upacara Mahasisya Upanayana, Kamis (21/9) kemarin. Pada Maka­sisya Upanayana juga dilaku­kan upacara majaya-jaya dan pemasangan karawista pada sekitar 2.000 mahasiswa baru (maba) sebagai simbol telah dilakukannya upacara Mahasisya Upanayana yang dipuput Ida Pedanda Putra Bajing.

Ketua Umum PMHD Unwar I Kadek Dwi Mahendra mengatakan, tema Ma­hasisya Upanayana kali ini adalah "Dwara Kapertama Maring Widya Sedya Mahottama" yang artinya "Gerbang Pertama Menuju Ilmu yang Utama". "Inilah secara nis­kala gerbang utama kegiatan Mahasisya Upanayana. Jadi, sebelum kegiatan upanayana secara sekala dilakukan PKKMB," jelasnya.

Makasisya Upanayana merupakan awal sebelum melakukan perkuliahan per­dana di Unwar. Diharapkan kegiatan ini ke depannya menjadi tulang punggung bagi mahasiswa Hindu untuk bisa bergerak secara kritis, melakukan kegiatan belajar secara profesional, bertang­gung jawab dan dapat meraih cita-citanya.

Wakil Ketua Yayasan Ke­sejahteraan Korpri Provinsi Bali Ir. I Ketut Sugihantara, MSA. mengatakan, mahasisya upanayana merupakan upa­cara penerimaan mahasiswa baru di Unwar yang sudah rutin dilakukan setiap tahun bagi maba yang beragama Hindu. Tujuannya untuk men­gubah perilaku dari awal­nya masih berkarakter SMA menjadi belajar di Perguruan Tinggi.

"Penyesuaian sikap dan perilaku ini membutuhkan konsentrasi yang berbeda. Maka dari itu maba perlu mengikuti rangkaian upacara mahasisya upanayana. Selain itu tujuannya mendukung penguatan karakter dalam rangka menunjukkan jati diri karakter Unwar yang men­junjung nama baik Sri Kesari Warmadewa," paparnya.

Pembina PMHD Drs. I Dewa Putu Sumantra, M.Si. menambahkan, lewat ke­giatan ini pihaknya ingin membuat maba memiliki tiga kompetensi, yaitu penguasaan ilmu pengetahuan, mampu mengaplikasikan ilmu pen­getahuan, dan mengajarkan etika, berkarakter yang baik dan dapat mengimplementa­sikan ilmunya.

Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. me­nyatakan mahasisya upanay­ana sama halnya dengan pawintenan secara lahir dan batin. "Melalui pembersihan ini, mahasiswa secara batin akan mendapat pencerahan, sehingga pembentukan kara­kter sebagai mahasiswa bisa diwujudkan," sebutnya.

Maba juga akan diberikan pencerahan dalam bentuk ceramah oleh Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, sehingga dapat membuka wahana tentang fungsi dari pawintenan. Secara harfiah, pawintenan berarti mendekat­kan diri pada guru rupaka, pengajian, wisesa, swadyaya sehingga diharapkan maba berkarakter positif.

Karakter dibagi menjadi tiga, yaitu positif, datar dan negatif. "Karakter yang kami harapkan adalah karakter positif, salah satu contohnya olah hati yang bagus. Kami harapkan mahasiswa ber­tanggung jawab, baik kepada orang tua, institusi maupun Sang Hyang Widhi," tandas­nya.

Nyoman Kaca mengharap­kan maba bisa menyelesaikan studi tepat waktu sesuai pro­gram yang ada pada buku pedoman pendidikan. Untuk itu mereka mesti menguasai hard skill dan soft skill di samping spiritual yang bagus. "Output yang bagus akan menghasil­kan outcome yang bagus juga," tuturnya.


Bali Post Jumat Kliwon, 22 September 2017



Tamu Online

We have 47 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics