PEMBEKA­LAN - Rektor Unwar, Ketua Yayasan, Wakil Rek­tor dan para Dekan berfoto bersama saat pembekalan mahasiswa KKN Unwar di GOR Lila Bhuana, Den­pasar.

TAHUN ini, Universitas Warmadewa (Unwar) pertama kalinya kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sejak 2002, KKN di Unwar digantikan dengan kegiatan lapangan model lainnya seperti PKL dan KKN tematik. Untuk itu, Unwar memberi­kan pembekalan KKN pada mahasiwa di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Selasa (4/7) kemarin.

Pada KKN tahun ini tidak semua fakultas bisa mengikuti, karena masa transisi. Meskipun demikian, 1.108 mahasiswa ambil bagian dalam KKN dari semua fakultas kecuali Fakultas Teknik dan Kedokteran.

Rektor Unwar Prof. Dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park mengatakan, dua fakultas terse­but tidak mengikuti KKN karena silabus kegiatan­nya tidak memasukkan program KKN di dalamnya. Fakultas Teknik dan Kedokteran kesulitan mencari waktu yang tepat karena memang kurikulum dan jadwalnya sudah penuh. "Jadi, kalau panitia KKN nantinya sudah menetapkan periode waktu KKN, yang lain pasti ikut. Saya jamin semua pasti ikut," tegasnya.

Hal itu lantaran KKN merupakan bagian integral dari kurikulum. Artinya, kegiatan intrakurikuler dan wajib dilakoni mahasiswa. "KKN bukan menghilang, tapi model yang diterapkan sebelumnya bukan multi­disiplin tapi dimodifikasi jadi KKN tematik, PKL dan sebagainya. Secara konseptual PKL dan KKN berbeda pendekatan. Kalau PKL pendekatan monodisiplin, sedangkan KKN merupakan pendekatan multidisiplin," jelasnya.

Dalam KKN mahasiswa diajak bekerja satu tim yang tidak serta muncul jika tidak dilatih. KKN merupakan media untuk dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain guna memecahkan masalah dalam masyarakat. "Konsep yang diterapkan adalah we are working with..., bukan we are working for... Itu beda. Kalau we are working for the community adalah mem­bawa program ke masyarakat, sedangkan we are working with for the community membuat program. Kami gali partisipasi mereka dan bekerja bersama-sama serta bertanggung jawab menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat," papar Prof. Widjana.

Mahasiswa KKN tahun ini terbanyak ditempatkan di Karangasem. Karena setelah melakukan audiensi kepada Bupati Karangasem, terungkap permasala­han krusial yang terjadi di kabupaten ini adalah buta aksara. Angka buta aksara di Karangasem tertinggi di Bali, sehingga mahasiswa KKN fokus utamanya adalah pengentasan kemiskinan. Mahasiswa KKN juga ditem­patkan di Bangli. Gianyar dan Denpasar.

 

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. menyatakan KKN meru­pakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk mendekatkan ilmu dalam dunia nyata di tengah-tengah masyarakat. Mengingat fokus utama di Karangasem mengentaskan buta aksara, maka langkah awal yang harus dilakukan mahasiswa KKN adalah melakukan pemetaan terhadap penduduk di desa yang buta aksara dan lokasinya. Dari database tersebut akan dibuatkan silabus. "Seperti apa alatnya, sarananya dan sistem pembelajarannya," ujarnya. Dalam waktu satu bulan, mahasiswa harus bisa menyelesaikan masalah buta aksara di masing-masing wilayahnya.


Bali Post Rabu Umanis, 5 Juli 2017


Tamu Online

We have 9 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics