TEGAS, lugas, cerdas, inovatif dan visioner. Sederet pujian itu kerap kali dilontarkan oleh beberapa koleganya dari kalangan akademisi maupun politisi yang mengenal sosok bernama AAGede Oka Wisnumurti.

Pujian itu menjadi tak berlebihan sebab Wisnumurti melalui ssentuhan tangan dinginnyasukses membawa Universitas Warmadewa (Unwar) menuju kesuksesan ke dua, sejak ia menahkodai Yayasan Kesejahteraan KORPRI 'Provinsi Bali (YKKPB) di tahun 2008.

“Tahun 2008, saya dipercaya menjadi Ketua YKKPB. Saya tak ragu, meski Unwar yang bernaung di bawah YKKPB be­rada di titik nadir. Saya ketika itu baru saja mundur dari KPU. Saya fokus dengan tugas baru saya," kenangnya, saat ditemui di Denpasar, Rabu (13/6) ke­marin.

Diakuinya, tahun 2007 Unwar memang berada di titik terbawah. Masa kejayaan di era tahun 1984-1997, di mana Unwar sukses memperoleh ribuan mahasiswa, seolah tak berbekas di awal-awal era milenium. Unwar hanya me­miliki 400 mahasiswa. "Kita punya studen body sekitar 400, sedangkan jumlah dosen dan pegawai jumlahnya 400 juga, bisa dibayangkan bagaimana kondisinya saat itu," kenangnya lagi.

Meski mempunyai kewenangan menciutkan pega­wai demi meringankan beban yayasan, namun ia tak pernah memutuskan kebijakan itu. "Alangkah berdosanya saya, jika sampai memberhentikan karyawan. Mereka juga punya anak dan suami atau istri yang perlu dinafkahi. Justru saya berfikir bagaimana mening­katkan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Wisnumurti melanjutkan, langkah pertama yang ia tem­puh adalah menindaklajuti izin Fakultas Kedokteran yang sempat mandeg. Berkat izin Tuhan, Ida Sesuhunan Sri Ksari Warmadewa, kata dia, tahun 2010 izin Fakultas Kedokteran keluar. "Di situlah, awal ke­bangkitan kami. Semua kami ajak harus selalu bersyukur kepada Tuhan, Ida Sesuhunan Sri Ksari Warmadewa dan pendiri-pendiri kita, harus kita hormati. Pada HUT YKKPB ke-33 nanti, kita berikan peng­hargaan tertinggi buat tokoh pendahulu dan sosok yang berkontribusi di pendidikan," ujarnya.

Setelah itu, sambungnya lagi, perlahan namun pasti, bend­era Unwar semakin berkibar, banyak kemajuan yang terjadi, baik perolehan mahasiswa, dari pembangunan fisik yang saat ini setara hotel bintang lima, fasili­tas, jumlah prodi di pascasar­jana, Warmadewa College, dan usaha lainnya. Bahkan, dalam waktu dekat, pihaknya segera membangun Rumah Sakit War­madewa di Gianyar.

"Warmadewa nanti kita jadikan corporate. Masih ban­yak mimpi saya yang belum terwujud, seperti membuat guesthouse, penambahan pro­di magister teknik dan perta­nian, dan banyak lagi. Untuk student body ada 1.200-an, ini rekor sepanjang berdirinya Unwar," akunya.

Ditanya soal tips dalam ss-memimpin, pria berkacamata ini mengaku sangat sederhana. "Gunakan manajemen hati," kata dia singkat. Ia mengaku tak pernah merasa menjadi atasan. Baginya, baik tukang sapu mau­pun guru besar, sama-sama berkontribusi di bidangnya masing-masing, yang terpenting baginya, semua pihak bekerja untuk kepentingan lembaga.

 

"Constitutional Building, Institutional Building, Caracter Building, Networking, Prosper­ity for All (kesejahteraan untuk semua)," sudah itu saja yang saya terapkan di mana-pun saya berada," kata dia memungkasi.


Harian Umum FAJAR BALI. KAMIS, 15 JUNI 2017


Tamu Online

We have 15 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics