Kumpulkan Tokoh Agama dan Adat

DENPASAR - Tokoh lintas agama di Bali dikumpulkan Gu­bernur Bali Made Mangku Pas­tika, kemarin (16/5). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja gubernur itu juga dihadiri tokoh adat. Pastika yang didampingi Wagub Kerut Sudikerta, meminta tokoh agama mengingatkan umat agar tidak larut dalam eu­foria gerakan solidaritas.

Pastika mengingatkan agar tokoh adat dan lintas agama tetap mewaspadai situasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Tokoh adat dan lintas agama diminta memberi pengertian pada umat agar tak larut dan terpancing dengan apa yang terjadi di tataran nasional.

"Mohon ingatkan umat agar jangan larut dalam euforia berlebihan. Karena saya khawatir yang berlebihan itu dapat memicu hal yang tak kita hara­pkan," ujar Pastika seraya men­gambil perumpamaan memba­ngunkan macan tidur. Pastika mengatakan bah­wa sejauh ini kondusivitas Bali masih terjaga. Bali dinilai mempunyai ketahanan yang baik. Selain dikhawatirkan dapat mengancam keamanan, menurutnya gerakan solidaritas berlebihan rentan ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

Gubernur berharap ada aksi nyata dari tokoh adat dan lin­tas agama yang hadir untuk memberi pemahaman pada umat atau anggotanya. "Kalau ada sesuatu, cepat tanggap dan komunikasikan. Jangan biarkan mengendap hingga masalahn­ya jadi beranak pinak memicu persoalan yang lebih serius. Jika sudah demikian, akan lebih sulit diatasi," tukasnya. Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali,

H.M Taufik Ashadi mengapre­siasi langkah gubernur. Terkait dengan situasi nasional yang berkembang beberapa pekan terakhir, MUI Bali telah melaku­kan sejumlah langkah antisi­pasi yaitu dengan menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh muslim. Menurut Taufik Ashadi, MUI berkomitmen untuk menjaga Bali sebagai daerah yang aman dan damai. "Untuk memperkuat kecin­taan terhadap NKRI, kami ber­harap pemerintah lebih banyak memberikan pembinaan men­genai wawasan kebangsaan bagi kalangan generasi muda," terang Ashadi.

Hal senada diutarakan Ketua Musyawarah Pelayan Antar Ge­reja (MPAG) Bali Bishop Nengah Suama. Menurutnya pertemuan semacam ini sangat penting dan merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap seluruh umat beragama. Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Provinsi Bali Aditama dan Ketua WALUBI Bali Pandita Eka Wiradarma berharap agar pertemuan semacam ini lebih intensif dilaksanakan.

 

Sedangkan Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), AA Gede Oka Wisnumurti dan Ketua Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Provinsi Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadhesa, sepakat bahwa peran tokoh adat dan agama amat dibutuhkan untuk menghimbau masyarakat agar tak bereaksi ber­lebihan menyikapi situasi yang berkembang.


RADAR BALI • Jawa Pos RABU 17 MEI 2017


Tamu Online

We have 54 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics