SRI KESARI WARMADEWA - Patung Sri Kesari War­madewa di Kampus Unwar di-"prayaseita"dan di-"ulapin", Jumat (21/4) lalu.

UNIVERSTAS Warmadewa (Unwar) meresmikan dengan melakukan upacara prayascita dan ngulapin Patung Sri Kesari War­madewa di kampus setempat, Jumat (21/4) lalu. Acara dihadiri Pembina Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali beserta jajaran, Rektor Unwar be­serta para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana dan para Dekan di lingkungan Unwar, Ka. BAPPSIK Ka. BAUK Ka. BAAK, Ka. SPI. para staf Unwar dan Yayasan.

Acara diawali ngulapin dan prayascita Patung Sri Kesari War­madewa, dilanjutkan dengan tarian Rejang Dewa. Pembukaan, samb­utan-sambutan, potong tumpeng sekaligus merayakan Hari Kartini serta HUT Iwanwar. Acara diakhiri penanaman bunga teratai di areal Patung Sri Kesari Warmadewa.

Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. dalam sambutannya menghaturkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena acara peresmian Patung Sri Kesari War­madewa berjalan dengan baik serta mengucapkan selamat Hari Kartini sekaligus Hari Ulang Tahun Iwan­war. "Patung ini merupakan wujud pengabdian kita kepada Ida Batara Leluhur Sri Kesari Warmadewa. Semoga beliau memberikan kita keselamatan dan kerahayuan dalam menjalankan tugas masing-masing serta menuntun kita agar dapat terus mengembangkan Uni­versitas Wadmadewa untuk lebih maju lagi," katanya.

 

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. AA. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan hari ini kita menyaksikan dua sejoli Sri Kesari bersama permaisuri Ini merupakan bentuk harmonisasi, kesetaraan antara lelaki dan perem­puan, kebersamaan dan persatuan lelaki dan perempuan (purusa dan pradana) yang diperlambangkan dalam simbolisasi Patung Sri Kesari Warmadewa.

"Hari ini kita harus bersyukur. Perayaan apa pun bukan dilihat dari wahnya. gebyarnya, tetapi maknanya. Walaupun sederhana tetapi kalau itu hikmat, bermakna dan dilakukan dengan tulus ikhlas, saya yakin akan ada sari yang akan kita rasakan. Mudah-mudahan apa yang ada hari ini bisa memberikan vibrasi positif' untuk kita semua," ujarnya.

Menurutnya, spirit Sri Kesari Warmadewa "Sapta Bayu" dari hermeneutik dan semiotik ada tujuh. Pertama, Ketuhanan den­gan simbol bintang yang artinya aspek Ketuhanan diaktualisasikan dalam bentuk bangunan suci dan ritual keagamaan. Kedua, Multi­kultur dengan simbol swastika yang artinya mengakui dan menerima adanya perbedaan budaya, adat dan tradisi, agama, kepercayaan, dan lain-lain. Ketiga, Keunggulan Berkarya dengan simbol Wisnu yang artinya menguasai iri semaya (atita, wartamana, nagata).

Keempat, Pengabdian den­gan simbol garuda yang artinya mengabdi dan membebaskan sang ibu "Winata" dari perbudakan "Kadru". Kelima, Lingkungan dengan simbol naga yang artinya Sri Kesari apresiatif terhadap lingkungan. Keenam, Kepemimpinan dengan simbol gajah yang artinya Gajah "Asti" (8), artinya delapan sifat yang dimiliki Sri Kesari (dalam kepemimpinannya. Ketujuh, Berintegritas dengan simbol singa yang artinya sebagai pemimpin negara yang berintegritas, yaitu tulus dan jujur.

 

Ketujuh aspek Spirit Sri Kesan "Sapta Bayu" tersebut diharapkan memberi kekuatan (spirit) kepada seluruh civitas akademika Unwar, sehingga Unwar hidup, berkembang berkelanjutan dan menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan zaman. Spirit Sapta Bayu ditransformasi­kan ke dalam bentuk arca (icon) bayangan "pelawatan" Sri Kesari. berbentuk dua tokoh arca "suami-istri" dan "prabha" beserta icon-nya, serta tempat berdirinya. 


Bali Post Selasa Kliwon, 25 April 2017


Tamu Online

We have 53 guests and no members online

Subscribe Berita Kami!

Follow
Subscribe to this content and receive updates directly in your inbox.
Name
Email

Penilaian Website Kami

         yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics       yayasankorpribali.org review, PageRank, website value and SEO analytics