KULIAH TAMU - Ronald Rosenberg (tengah) didampingi Wisnumurti dan Dewa Putu Widjana saat kuliah tamu di Unwar.

FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar terus memberi penguatan dalam bidang akademis. Kamis (9/7) kemarin Unwar mengundang pakar kesehatan dari AS, Dr. Ronald Rosenberg, Sc.D.

Ronald Rosenberg diundang Unwar pada kuliah tamu bertemakan "Find­ing Emergeny Pathogens: Leraning from Arbovirus Discoveries". Dia adalah Deputy Director for Global Health Division of Vector Borne Diseases Centre for Diseases Control arid Pre­vention (CDC Fort Collins).

Kuliah umum dibuka Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana, dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Sekretaris Yayasan Made Johnny Sanger, B.T., S.H.,M.H.

Ketua Panitia dr. Tangk­ing Widarsa, MPH. didampingi Ketua Lab Biomolekuler FKIK Unwar A.A Dewi Megawati, S.Si., M.Biomed. menjelaskan, kuliah tamu ini diikuti 150 peserta dari unsur dosen, mahasiswa, dinas kesehatan dan pimpinan rumah sakit.

Materi ini penting disebarluaskan karena infeksi virus tak hanya memberi dampak serius bidang kese­hatan juga ekonomi namun juga bisa disalahgunakan untuk agen bioterorisme. Sedangkan kemampuan deteksi virus sangat terbatas. Untuk itu diperlukan kerja sama antara universitas dan lembaga penelitian serta dinas kesehatan un­tuk menanggulangi akibat virus. Seperti kasus rabies, MERS, dll.

Dikatakannya, Bali sebagai daerah wisata hams kuat pertahanannya terhadap masuknya virus ini dari kunjungan wisatawan ke Bali. Termasuk mencegah meluasnya kasus rabies dari Bali ke luar negeri.

Kenyataannya, selain DB, banyak virus yang menyebabkan demam dan mengakibatkan infeksi pada otak dan pendarahan. Salah satunya Arbovirus. Virus yang dibawa oleh nyamuk dan kutu ini memiliki gejala mirip DB.

Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana mengungkapkan rasa bangganya karena jajaran Unwar tetap bersemangat mengadakan workshop mengindentifikasi virus penyebab penyakit. Sebelumnya Unwar mengadakan semi­nar soal biomolekuler, kini soal Arbovirus. Makanya dia menilai kuliah tamu ini penting untuk sharing pengalaman dalam mendiagnosis infeksis akibat Arbovirus.

Dia mengakui virus sangat cepat berkembang dan bersifat pandemik. Sejumlah kasus yang perlu diwaspadai dan bersifat pandemik yakni DB, ra­bies, HIV/AIDS dan MERS. Untuk itu jajaran Unwar perlu mendengarkan pen­galaman Dr. Ronald dalam mengidentifikasi virus ini. Di samping itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM kesehatan agar mampu mengidentifikasi vi­rus penyebab penyakit dan kematian yang tinggi ini.

Ketua Yayasan Kese­jahteraan Korpri Provinsi Bali Wisnumurti menilai materi Arbovirus ini sangat penting bagi dunia keseha­tan karena ternyata banyak kasus kematian memerlukan ahli biomedik.

Dia juga mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan 82.30 persen lulusan PSPD FKIK Unwar pada UKDI belum lama ini.

Ini berarti FKIK harus dikelola secara sungguh-sungguh, pro­fesional dan kontekstual. Kehadiran Dr. Ronald ini mengacu pintu pembuka hubungan internasional Unwar dengan AS.

Saat itu Dr. Ronald Rosen­berg memaparkan banyak kasus penyakit menyebar di dunia seperti MERS yang berasal dari Arab Saudi menye­bar ke Korsel dan Thailand. Di AS temukan kasus Heratland Virus akibat gigitan kutu. Hal ini menuntut kemampuan SDM kesehatan mengiden­tifikasi virus secara tepat.


 Sumber: Bali Post Edisi Jumat, 10 Juli 2015

 


Tamu Online

We have 12 guests and no members online

Kunjungan Tamu

3633
TodayToday38
YesterdayYesterday67
This_WeekThis_Week107
This_MonthThis_Month38
All_DaysAll_Days3633